Edan! Orang Ini Kuat Berlari 3 Hari 3 Malam Non Stop

Manusia Ultra Marathon. Seorang pelari biasanya akan capek dan berhenti saat telah mencapai batas laktat. Tapi hukum fisiologi ini tak mempan buat seorang bergelar UltraMarathon  Man ini.

Ya,..Dean Karnazes seolah tak pernah lelah, ia sanggup berlari selama tiga hari tiga malam non stop. Edan ngga tuh. Manusia apa kuda? Kuda aja ada capeknya, lah ini manusia malah kebalikannya.

Apa rahasianya…?



Secara ilmiah, setiap atlet punya limit. Batas ini didefinisikan sebagai ambang batas laktat tubuh saat berolahraga terutama running sprint.

Saat udah mentok, perasaan makin tak karuan, jantung berdegup kencang, paru-paru ngos-ngosan – itulah tanda otot mulai kelelahan, hingga otak memaksa untuk berhenti.

Namun, Dean Karnazes kinerja fisiologisnya sanggup menentang semua konvensi ini. Dialah the only ultrarunner dari California.

Karnazes telah lolos tes uji ketahanan paling ekstrim dan terberat di planet ini. Mulai dari maraton di Kutub Selatan pada suhu -25C sampai Marathon des Sables yang legendaris.

Ajaibnya, selama momen itu ia tidak pernah mengalami luka bakar atau kram otot sedikitpun, meski menempuh jarak lebih dari 100 mil. Ini berarti hanya pikiran yang bisa menghentikan aksinya, bukan rasa capeknya.

Pikiran Menundukkan Rasa Lelah


Kata Dean, "Pada tingkat intensitas tertentu, saya merasa bisa berlari jauh tanpa lelah. Sekeras apapun saya paksakan, otot saya tidak pernah kejang."

Saat berlari, terjadi pemecahan glukosa untuk suplai energi, menghasilkan laktat sebagai produk sampingan dan sumber tambahan bahan bakar yang dapat dikonversi kembali menjadi energi.

Secara teori, jika laktat melebihi ambang batas maka tubuh Anda tidak lagi dapat mengubah laktat dengan cepat. Akibatnya keasaman otot meningkat.

Inilah cara tubuh memberitahu Anda, kapan harus berhenti - tapi Karnazes tidak pernah menerima sinyal seperti itu.

Jika Anda pernah ikut lomba maraton, pada titik tertentu Anda merasa perlu untuk istirahat. Tapi otot pelari maraton Amerika Dean Karnazes ini benar-benar luar biasa. Ngga kenal istilah “istirahat”.



Dean Karnazes dan Lari Marathon


Karnazes tertarik olah raga lari sejak usia dini. Saat di SMA, dia mulai menunjukkan kemampuan bertahan yang jauh melampaui prestasi rekan-rekannya.

Pada sebuah acara penggalangan dana, dimana rekan-rekan pelarinya hanya mampu sampai 15 lap, Karnazes sanggup menempuh hingga 105 lap.

"Banyak pelari jarak jauh menunjukkan beberapa perubahan dalam kemampuan mereka karena 'efek latihan', tapi itu hanya berlangsung sesaat," katanya.

"Seperti yang saya katakan, semua tergantung dari faktor keturunan. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan sebagai pelari jarak jauh adalah memilih orang tua Anda dengan tepat! "

"Sejujurnya, yang aku takutkan adalah rasa kantuk. Aku berlari sampai tiga malam tanpa tidur dan saat malam ketiga hal itu mulai membuatku gila. Saya benar-benar mengalami serangan 'sleep well', di mana saya tertidur dalam kondisi masih berlari.

Karnazes mulai menyadari kelainan biologisnya saat persiapan lomba “50 Maraton in 50 Day” di AS pada tahun 2006.

"Saya dikirim ke pusat pengujian di Colorado," kenangnya.

"Pertama, mereka melakukan tes kapasitas aerobik yang hasilnya sesuai dengan atlet terlatih lainnya, tak ada yang luar biasa. Selanjutnya, mereka melakukan tes ambang laktat yang  akan memakan waktu 15 menit. Setelah satu jam, mereka menghentikan tes. Mereka bilang, belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya. "

Ambang Batas Laktat


Seperti dijelaskan Laurent Messonnier dari University of Savoie, “Aerobic capacity adalah ukuran kinerja sistem kardiovaskular Anda, sementara ambang laktat adalah kemampuan tubuh membersihkan laktat dari darah dan mengubahnya kembali menjadi energy.

Tubuh membersihkan laktat dari darah melalui serangkaian reaksi kimia yang digerakkan oleh mitokondria di sel otot Anda. Reaksi ini mengubah laktat menjadi glukosa lagi dan disempurnakan dengan enzim spesifik.

Proses pembersihan akan bekerja lebih efisien jika mitokondria Anda memiliki kapasitas lebih besar, sehingga kemampuanya untuk menggunakan laktat sebagai bahan bakar akan meningkat.

Latihan rutin akan memperbaiki enzim dan mitokondria Anda dan memperbaiki jarak pembersihan. Namun ada batas berapa banyak Anda dapat memperbaiki ambang laktat dengan proses pelatihan itu.

Jika secara genetis Anda mewarisi enzim dan mitokondria yang lebih besar, batasan Anda akan jauh lebih tinggi.

Tapi genetika saja tidak cukup mewakili itu. Karnazes percaya bahwa kemampuan pembersihan laktatnya juga dipengaruhi oleh rendahnya kadar lemak tubuh, tingkat keringat, diet basa dan low exposure  terhadap toksin lingkungan.

Genetika dapat memberi Anda kecenderungan untuk mendapatkan keuntungan alami. Anda bisa mengekspresikan gen secara berbeda tergantung pada lingkungan dan gaya hidup.

Pertanyaan yang menarik adalah apakah kemampuan pembersihan laktat Karnazes akan sama seperti sekarang jika ia tidak melakukan banyak aktivitas berlari sejak usia dini ?

"Jika Anda mengambil dua anak kembar - satu tumbuh di Afrika dan satu tumbuh di Eropa utara - kinerja atletik mereka akan sangat berbeda, karena mereka akan mengekspresikan gen mereka secara berbeda seperti lingkungan, makanan, semuanya berbeda," kata Messonnier.

Semoga Anda punya gen seperti Dean Karnazes. Siapa tahu the next Ultra Marathon Man menjadi milik Anda. Ngayal dikit boleh dong….

Edan! Orang Ini Kuat Berlari 3 Hari 3 Malam Non Stop Edan! Orang Ini Kuat  Berlari 3 Hari 3 Malam Non Stop Reviewed by UNIKUI on 4/30/2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.