Keunikan Bayanihan, Tradisi Gotong Rumah saat Pindahan

Tradisi pindah rumah Bayanihan di Filipina. Di Indonesia, pindah rumah artinya satu keluarga bergerak ke rumah baru tapi rumah yang lama ngga ikut dibawa, begitu kan?

Tapi lain dengan tradisi di Filipina. Seluruh anggota keluarga pindah rumah berikut rumah lama yang dulu mereka tempati. Mereka menyebut tradisi ini Bayanihan.

Inilah ritual pindahan rumah paling unik.

Meski begitu, Bayanihan adalah tradisi turun temurun yang melambangkan semangat komunitas sebagian masyarakat desa di Filipina.

Selain itu, tradisi ini menunjukkan konsep nyata orang Filipina untuk saling membantu saat dibutuhkan dengan tanpa pamrih apapun.

Tradisi unik yang lain : Thaipusam, Festival Tindik Paling Ekstrem dan Menyakitkan

tradisi bayanihan di Filipina

Sejarah Bayanihan


Bayanihan berasal dari bahasa Filipina "bayan", yang berarti bangsa, kota, atau masyarakat. Istilah bayanihan sendiri secara harfiah berarti "berada di bayan ", yang mengacu pada semangat persatuan komunal, kerja sama dan gotong royong untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Spirit Bayanihan masih hidup, setidaknya sampai saat ini. Masih ada orang-orang di daerah pedesaan yang memindahkan rumah mereka ke tempat lain dan orang-orang masih ikut membantu.

Menurut adat desa ini, penduduk membantu tetangga pindah rumah dengan mengangkat seluruh konstruksi rumah (termasuk dinding dan atap) dan mengalokasikannya ke tempat lain.

Woow, gotong rumah? Jangan keburu histeris, inilah fakta sebenarnya…

“Bahay-kubo” adalah rumah tradisional yang dipikul rame-rame oleh masyarakat desa di Filipina pada saat prosesi bayanihan.

Bentuknya mirip rumah panggung yang dibangun dari batang bambu. Atapnya terbuat dari anyaman daun nipa. Tak terlalu berat sehingga sekelompok orang bisa mengangkat dan memikulnya di pundak mereka.

Rumah dipindahkan menggunakan tiang kayu yang dibawa dari tempat lama menuju domisili yang baru. Relokasi tidak hanya melibatkan pemindahan barang-barang pribadi keluarga, tetapi berikut rumah dan seluruh keluarga ke lokasi baru.

Pria bertubuh mungil biasanya ikut serta dalam prosesi ini. Para wanita ikut mengiringi sambil ngobrol santai menyemangati para pemikul. Setelah itu, ada sebuah ritual kecil sebagai bentuk perayaan dan sosialisasi.

Bagi mereka, menggotong rumah tetangga adalah waktunya untuk bersenang-senang. Setelah kerja keras mengangkat, bergerak, dan membangun rumah, pesta pun dimulai, termasuk makan-makan yang diselingi dengan permainan.

Tradisi Bayanihan masih kuat dipraktekkan di daerah pedesaan. Biasanya karena beberapa alasan, terutama untuk menghindari banjir atau tanah longsor yang dikuatirkan akan terjadi.

Sayangnya, praktek Bayanihan tak sesering sebelumnya. Perlahan-lahan mulai sekarat.

Sebab utamanya adalah perubahan lingkungan. Keberadaan rumah kayu mulai tergeser infrastruktur beton. Daerah pedesaan secara perlahan mulai beradaptasi dan berevolusi menjadi kota.

Sikap dan disposisi orang juga berubah. Mereka yang masih memegang tradisi Bayanihan kuno mengeluhkan orang modern yang egois dan semakin sulit untuk menciptakan dan mempertahankan usaha kelompok.

Tradisi aneh lainnya : Seppuku – Ritual Bunuh Diri Merobek Perut Ala Jepang

tradisi bayanihan

Bayanihan - Simbol Gotong Royong


Selama berabad-abad, orang-orang Filipina berkumpul, bahu membahu untuk membantu memindahkan rumah tetangga. Meskipun saat ini prosesi tersebut jarang terjadi - di beberapa daerah pedesaan semangat bayanihan masih terus menyala.

Semangat gotong royong nampak nyata khususnya saat terjadi bencana alam. Seperti kita tahu, Filipina termasuk negara kepulauan yang rentan terhadap topan, badai tropis, gempa bumi, dan gunung berapi.

Menurut Pusat Filantropi Bencana, negara Filipina rata-rata diterjang topan 20 kali setiap tahunnya.

Sehari setelah badai, masyarakat secara serentak membersihkan sampah akibat bencana. Memotong pohon tumbang dan mengangkatnya dari jalan dan mengais reruntuhan untuk membangun kembali rumah mereka.

Komunitas Bayanihan


Saat ini, setiap kali ada acara amal dengan tujuan penggalangan dana, mereka kerap menyebutnya bayanihan.

Setiap kota atau daerah dibagi menjadi “barangay” (semacam komunitas kecil atau dewan masyarakat). Tiap barangay memiliki leader yang mewakili anggota masyarakat.

Meskipun festival bayanihan jarang digelar di Filipina, tak begitu dengan Pasig. Sebuah kota di sebelah timur Manila ini adalah satu-satunya wilayah yang masih menjaga kelestarian tradisi budaya bayanihan.

Di Pasig, setiap barangay mengirimkan tim dengan bahay kubo untuk ikut adu balapan. Balapan terdiri dari beberapa lintasan dengan berbagai tantangan yang harus diselesaikan peserta hingga melewati garis finish.

Festival ini dirayakan sebagai bentuk semangat kerja sama berbagai komunitas di Filipina. Warga terus berkolaborasi saling membantu. Menciptakan budaya unik yang bisa dinikmati oleh warga sekaligus turis mancanegara.

Punya rencana pindah rumah? Pakai Bayanihan, rumah Anda akan diantar sampai ke tujuan. Ngimpi kali yee…

Keunikan Bayanihan, Tradisi Gotong Rumah saat Pindahan Keunikan Bayanihan, Tradisi Gotong Rumah saat Pindahan Reviewed by UNIKUI on 5/01/2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.